FKUB Ingin Penutupan Dolly Tanpa Benturan
Surabaya (beritajatim.com) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya berharap penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak pada 18 Juni, berjalan lancar tanpa adanya benturan antar masyarakat. Karena itu, pihaknya menghimbau agar organisasi masyarakat (ormas) tidak melakukan 'sweeping' menjelang deklarasi tersebut.
"Harapan kami penutupan berjalan dengan baik. Semua mematuhi apa yang telah digariskan Pemkot. Karena tujuannya mulia, yakni mendudukkan persoalan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab sosial sesama manusia juga kepada Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Ketua FKUB K. H. Chalimi.
Menanggapi rumor adanya kelompok yang ikut melakukan razia atau 'sweeping' bahkan berencana menutup paksa lokalisasi Dolly dan Jarak itu, dinilai tidak perlu. "Segala sesuatunya kita serahkan kepada aparat dan penegak hukum saja. Jangan sampai membuat action sendiri di luar batas yang disepakati bersama," tegasnya.
Menurutnya hal itu justru akan menimbulkan kecemasan bagi warga lain. Sebab, pihaknya mengaku memiliki kewajiban menyerukan kerukunan antar umat beragama dan bermasyarakat.
Pihaknya berharap agar warga Muslim, khususnya disekitar lokalisasi Dolly dan Jarak dapat menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan 1435 H dengan aman dan tentram.[faf/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.