Gubernur Jatim Terima Lencana Emas KTNA 2014
Malang (beritajatim.com) - Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2014 dimulai. Dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo, acara Rembug Utama di Pendopo Agung Pemkab Malang, Jalan Raya Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (5/6/2014) siang, hadir sejumlah Walikota, Bupati dan Gubernur dari seluruh Indonesia.
Agenda Rembug Utama KTNA adalah dalam rangka Pekan Nasional (Penas) ke XIV yang akan di selenggarakan mulai Tanggal 7-12 Juni 2014. Dalam pembukaan Rembug Utama hari ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperoleh tanda kehormatan Lencana Emas di bidang Tani dan Nelayan 2014.
Selain Propinsi Jawa Timur, Gubernur Jambi, Hasan Basri dan Gubernur Jawa Barat, Heriawan LC juga menerima Lencana Emas serupa. Beberapa Kota/Kabupaten di Indonesia yang memperoleh Lencana Emas KTNA 2014 yakni Walikota Lubuklinggau, Bupati Muara Enim. Walikota Palembang, Walikota Prabumulih, Bupati Merauke, Walikota Ternate, Bupati Bulungan, Bupati Tanjung Barat, Bupati Kapuas, Wakil Bupati Kapuas, Bupati Tasik Malaya, Walikota Tumohon, Bupati Minahasa, Wakil Bupati Kota Waringin Barat, Walikota Jambi, Bupati Bondowoso, Kepala Dinas Tanaman Pangan Oku Timur, KTNA Simalungun, Propinsi Sumatra Utara. Serta, Walikota Lubuk Linggau.
Ketua KTNA Nasional, Winarto Tohir, Kamis (5/6/2014) dalam sambutannya menjelaskan, lencana emas adalah bukti kepedulian kepala daerah terhadap nelayan dan tani di wilayah. "Ada 506 Kota/Kabupaten se Indonesia yang hadir dalam Penas KTNA 2014 ini," tegasnya.
"Kita harus bisa sejahtera seperti dulu. Menuju swasembada pangan seperti tahun 1984. Jangan jadi penonton, rakyat Indonesia harus jadi pemain," paparnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo, memaparkan, KTNA adalah pertemuan penting yang memikirkan nasib rakyat Indonesia.
"Selamat datang di Jatim. Jatim itu daerah yang nyaman, anginya segar dan tanamannya bagus-bagus. Keluar sampai malam di sini juga aman kok," beber Pak De sapaan akrabnya.
Ditanya soal Lencana Emas, Pak De berpesan agar daerah penerima lencana tidak menjualnya. "Lencana emas ini jangan dijual. Karena tidak ada surat resminya," ucap Pak De disambut tawa seluruh peserta Rembug Utama KTNA. [yog/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.