Kenaikan Harga Mamin Sumbang Inflasi Tertinggi di Sumenep
Sumenep (beritajatim.com) - Laju inflasi Kabupaten Sumenep pada Mei 2014 sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,78. Laju inflasi Sumenep tersebut masih di bawah laju inflasi Jawa Timur sebesar 0,21 persen dan Nasional 0,16 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, melalui Kasi Distribusi, Kadarisman menjelaskan, terjadinya Inflasi bulan Mei di Sumenep, disokong oleh naiknya harga beberapa kelompok komoditas.
"Yang tertinggi naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,40 persen. Kemudian perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,19 persen. Disusul kelompok kesehatan 0,29 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,22 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen," katanya, Kamis (05/06/14).
Kadarisman mengungkapkan, jika dilihat dari tingkat inflasi tahun kalender, sejak Januari sampai dengan Mei 2014 sebesar 1,11 persen. "Untuk Inflasi tahun kalender ini, Sumenep masih dibawah Jawa Timur sebesar 1,80 persen dan Nasional sebesar 1,56 persen," terangnya.
Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, Inflasi Sumenep berada di posisi keenam. Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,43 persen, diikuti Malang 0,37 persen, Surabaya dan Madiun masing-masing 0,17 persen, Probolinggo 0,12 persen, Sumenep 0,08 persen, Banyuwangi 0,05 persen dan Kediri 0,02 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 6,31 persen, Jawa Timur 7,04 persen dan Nasional sebesar 7,32 persen. [tem/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.