Sidoarjo (beritajatim.com) - Kesal tidak ditemui pihak yayasan yang mengelola Unsuri, ratusan mahasiswa membakar ban di depan gedung rektorat Unsuri Jl Brigjen Katamso Waru, Selasa (3/6/2014).
Tak hanya itu, para mahasiswa juga mensegel gedung rekrorat yang sebelumnya rektor dan semua staf rektorat diminta untuk mengosongkan gedung paling area kampus itu.
Setelah kosong, para demonstran membakar dan memberikan plang kayu pada pintu gedung rektorat lalu didiliti rantai dan di beri gembok.
Para mahasiswa tidak mau kompromi, sebelum pihak yayasan mencabut kebijakan yang mentiadakan bea siswa dan memungut biaya pengambilan ijazah.
Kata Latif salah satu mahasiswa Unsuri, kesepakatan dengan sudah dilakukan lansung oleh pihak yayasan, akan tidak ada lagi biaya untuk pengambilan ijazah, bagi mahasiswa yang lulus. "Ternyata, pengambilan ijazah, tetap dipungut biaya sebesar Rp 2,2 juta. Apa yang sudah dilanggar oleh yayasan ini, kami lawan," ucapnya.
Latif menegaskan, semua mahasiswa Unsuri menolak kebijakan yayasan yang memungut untuk pengambilan ijazah. Sampai kapanpun, kami akan terus turun aksi, jika kebijakan itu tidak dicabut.
Lanjut dia, kasihan banyak mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi rendah, ijazahnya tidak bisa diambil karena tidak ada biaya. Memang yayasan mencoba meminjami, tapi mahasiswa yang lulus diminta tandatangan untuk mencicilnya.
Ini sama halnya dengan pembodohan terhadap mahasiswa dan pemakasaan kehendak yang tidak mendasar," pungkasnya dengan mengaku akan terus mengawasi dua gedung yang disegel itu. [isa/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.