Jumat, 27 Juni 2014

Ketum PBNU: Gus Dur Tahu Prabowo Tumbal Seniornya di TNI

Ketum PBNU: Gus Dur Tahu Prabowo Tumbal Seniornya di TNI

Jakarta--Menjelang Pilpres 9 Juli 2014, Capres Prabowo Subianto kembali dihantam kabar, kalau dia menghina Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Benarkah hubungan Gus Dur dan Prabowo tidak akur? Adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Said Aqil Siraj, yang membongkar hubungan Prabowo dengan Gus Dur.

"Sampai Gus Dur mengatakan, orang paling ikhlas untuk bangsa ini Prabowo. Artinya apa? Dia siap berkorban, siap dilengserkan dari Pangkostrad, siap dicabut dari kedudukannya, sebab kalau bukan dia, siapa lagi tumbalnya," kata Said Aqil di Pondok Pesantren Kempek, Palomamanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/6/2014).

Jurnalis senior asal Amerika Serikat, Allan Nairn, mengaku hasil wawancaranya dengan Prabowo pada 2001 lalu, kalau Prabowo menghina Gus Dur, dengan kata-kata seperti presiden buta, dan lainnya. Hubungan Gus Dur dengan Prabowo cukup baik. Bahkan, lanjut Kiai Said, pertemuan keduanya sering terjadi setelah kerusuhan Mei 1998.

Bahkan, kata Kiai Said, saat itu Prabowo ditemani juga oleh Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. "Beliau (Gus Dur) sadar, dia hanya tumbal dari jenderal-jenderal yang lain," tegas Kiai Said.

Soal siapa sebenarnya dalang kerusuhan Mei 1998? Banyak pihak menilai Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat Pangkostrad TNI AD, sebagai dalangnya. Namun, itu terbantahkan. Kiai Said Aqil, menceritakan kembali kasus Mei 1998 dan dia pernah menjadi Wakil Ketua Tim Pencari Fakta.

Kiai Said mengatakan, kesimpulan tim saat itu bertentangan dengan apa yang dikatakan mantan Pangab/Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto, yang mengatakan Prabowo yang bertanggung jawab dalam kasus itu. "Ketuanya Pak Marzuki Darusman, wakilnya saya. Anggotanya Pak Bambang Widjojanto (sekarang Wakil Ketua KPK) yang saat itu Ketua LBH. Kesimpulannya Pak Prabowo bukan dalang kerusuhan Mei 1998," tegas Kiai Said Aqil, saat dikonfirmasi di sela-sela menerima kunjungan Prabowo Subianto, di Ponpes Kempek, Palomamanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat.

Kiai Said mengatakan, pernyataan Wiranto dalam keterangan persnya bertolak belakang dengan penemuan tim yang ada. Dia membantah, apa yang dikatakan Wiranto soal calon presiden nomor urut satu itu. "Beda dengan kesimpulan tim pencari fakta. Saya sebagai wakil tim pencari fakta kerusuhan Mei 1998 kesimpulannya Pak Prabowo tidak ikut campur sama sekali dengan kerusuhan itu," tegas Kiai Said. [air]

Ketum PBNU: Gus Dur Tahu Prabowo Tumbal Seniornya di TNI
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.