Surabaya (beritajatim.com) - Calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, memiliki konsistensi dalam aspek pemasaran politik dibandingkan pasangan Joko Widodo-Hatta Rajasa. Konsistensi ini bisa dilihat dari aspek penampilan.
Bambang D. Prasetyo, pengajar komunikasi politik dan marketing politik di Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menyoroti aspek pakaian yang dikenakan dua pasangan kandidat tersebut. "Kelihatannya sepele, tapi penting. Kita lihat dalam setiap debat capres, pakaian Prabowo dan Hatta tidak pernah beruba. Selalu pakai itu-itu saja, sehingga masyarakat Indonesia jadi familiar. Sementara Jokowi berubah-ubah," katanya saat dihubungi, Kamis (26/6/2014).
Pakaian Prabowo juga tetap konsisten putih-putih dalam sejumlah iklan di televisi. Konsistensi ini penting untuk menanamkan citra dalam benak pemilih, terutama mereka yang tak rasional. "Nanti kalau foto di surat suara Prabowo-Hatta pakai pakaian yang sama, sudah klop berarti," kata ketua Jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Apa yang dilakukan Prabowo-Hatta menanamkan kesan seperti yang dilakukan iklan. "Iklan itu kan diputar berulang-ulang, baru orang ingat. Tidak hanya sekali dua kali, Ini terpaan media harus berkali-kali," kata Bambang.
Di satu sisi, Bambang melihat, daya juang tim sukses di semua kubu secara umum tidak sekeras saat pemilu legislatif. "Yang terjadi, hanya level elite yang terlihat besar dukungannya," katanya.
Kini, dua pasangan kandidat harus berjuang merebut suara pemilih mengambang (swing voters), yang sebagian besar adalah generasi muda atau pemilih pemula. "Mereka ini pemilih rasional yang senang diberi harapan. Jadi siapa kandidat yang bisa menjiwai harapan mereka, maka akan direspons positif," kata Bambang. [wir]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.