Moskwa -- Gulur Gaziyeva, juru bicara dewan mufti Rusia, mengatakan Moskwa membutuhkan lebih banyak masjid sehubungan kian bertambahnhnya pemeluk Islam di kota itu.
"Muslim layak memiliki masjid lebih banyak," ujar Gaziyeva. "Kami menyarakan 10 masjid di sekujur Moskwa. Satu masjid untuk setiap distrik administratif."
Russia Today melaporkan Muslim Moskwa memadati empat masjid selama Ramadan, tidak hanya saat shalat Jumat tapi juga setiap malam selama bulan suci. Terakhir, pembludakan luar biasa terjadi ketika Shalat Idul Fitri.
Akibatnya, setiap malam selama Ramadan, petugas harus menutup jalan sekitar masjid untuk memberi ruang bagi Muslim yang tidak masuk ke dalam masjid. Jalan yang ditutup semakin panjang saat Shalat Jumat dan Idul Fitri.
"Kian banyak masjid akan mengatasi masalah ini," ujar Gaziyeva. "Tidak akan ada yang menutup jalan jika masjid cukup besar, dan bisa menampung banyak orang."
Para petinggi Muslim berulang kali meminta pembangunan masjid baru, tapi walikota Moskwa Sergey Sobyanin kerap menolak. Alasannya, hanya pekerja migran yang membutuhkan masjid.
"Muslim di Moskwa bukan pemukim tetap, dan pasti meninggalkan Rusia setelah kontrak kerjanya berakhir," ujar Sobyanin.
Tahun 2012, Sobyanin pernah mengatakan tidak akan ada pembangunan masjid baru selama dia menjadi walikota. Nafigulla Ashirov, wakil ketua dewan mufti Rusia, mengancam akan membawa masalah ini ke Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ashirov mengatakan saat ini terdapat dua juta Muslim di Moskwa, dan seluruhnya warga tetap. Mereka bukan pekerja migran, tapi penduduk Rusia dari republik-republik mayoritas Muslim.
"Mereka kerap kerepotan mencari tempat di sekitar masjid untuk shalat Jumat," ujar Ashirov. [kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.