Jember (beritajatim.com) - Setelah hanya 10 bulan bertugas karena pergantian antarwaktu (PAW), legislator DPRD Jember periode 2009-2014 dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama Samsul Hadi Baehaqi akhirnya pensiun pada Agustus ini.
Samsul menjadi anggota Komisi B Bidang Perekonomian menggantikan Thoif Zamroni yang pindah ke Partai Gerindra. Samsul tak mencalonkan diri lagi dalam pemilu legislatif 2014, karena PKNU tak lolos verifikasi KPU.
Dalam periode yang singkat sebagai anggota Dewan, Samsul merasa mendapat banyak pengalaman baru yang tak diperolehnya jika tetap menjadi guru mengaji di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Jember. Pengalaman yang diperolehnya dari kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan berbagai workshop terkait kinerja legislatif, serta sistem pemerintahan.
"Yang sangat berkesan adalah memperjuangkan hal-hal yang menyentuh kepentingan masyarakat, seperti mengatasi kelangkaan pupuk dan pertembakauan yang sempat gonjang-ganjing di Jember," kata Samsul.
Samsul juga senang bisa memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan di pedesaan. "Saya sudah mengusulkan perbaikan jalan-jalan desa yang rusak. Kini tinggal menunggu saja. Semua itu tak lain untuk mem-back up program bupati, membangun desa menata kota agar rapor bupati semakin baik," katanya.
"Saya sering berjumpa dan bertemu dengan masyarakat di bawah untuk mengetahui harapan dan keinginan mereka," kata Samsul. Jika ternyata apa yang tak diperjuangkannya tak maksimal, Samsul berharap dimaklumi karena hanya memiliki masa kerja 10 bulan. Ia ingin apa yang sudah dilakukannya dilanjutkan para anggota DPRD Jember periode 2014-2019.
Setelah tak menjadi anggota DPRD Jember, Samsul akan kembali berkonsentrasi mengelola warung di desa. "Saya juga punya lembaga pendidikan madrasah tsanawiyah dan aliyah, dan pendidikan non formal seperti pendidikan mengaji untuk anak-anak. Saya akan tekuni kembali semua," katanya. [wir/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.