Sabtu, 02 Agustus 2014

Hindari Macet, Mobil Naik Perahu di Sungai Brantas

 Hindari Macet, Mobil Naik Perahu di Sungai Brantas

Jombang (beritajatim.com) - Akibat macet arus balik di sejumlah titik, puluhan pemudik harus memutar otak. Tidak jarang, mereka nekat menyeberangi sungai menggunakan perahu darurat agar terhindar dari kemacetan. Upaya tersebut juga untuk memotong jalur agar lebih cepat sampai di tempat tujuan.

Pemandangan itu terlihat di penyeberangan Sungai Brantas Kecamatan Megaluh, Jombang. Rata-rata, mereka yang menggunakan jasa penyeberangan perahu darurat itu hendak menuju kawasan Nganjuk, Madiun, dan sekitarnya. Bukan hanya kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat juga ikut menyeberang menggunakan perahu tersebut. Soal keselamatan, mereka tidak pernah mempersoalkan. Karena bagi mereka yang terpenting cepat sampai di tempat tujuan.

Perahu kayu bertenaga diesel itu ukurannya cukup lebar. Di atasnya bisa ditumpangi tiga mobil dan 10 sepeda motor. Begitu muatan penuh, perahu tersebut langsung bergerak perlahan membelah Sungai Brantas. Dari kawasan Megaluh, perahu sederhana itu menyeberang memasuki wilayah Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. "Kalau lewat penyeberangan sini, kita bisa menghindari titik macet di Simpang Mengkreng," kata Mulyadi (45), pengemudi mobil yang hendak menuju Madiun, Minggu (3/8/2014).

Hal senada dilontarkan M Burhan, pria yang bekerja di Nganjuk. Semenjak Lebaran, ia pulang ke rumahnya di Megaluh Jombang. Burhan menyadari, lewat jalur penyeberangan darurat sangat beresiko. Karena kondisi perahu hanya didesain sedemikian rupa, tanpa pengamanan yang memadai. Namun Burhan tetap saja nekat karena lewat jalur sungai tersebut lebih cepat dan bisa menghemat waktu. "Kalau potong kompas lewat penyeberangan, bisa menghemat waktu 15 menit. Selain itu juga terhindar macet," katanya.

Sementara itu, Syamsuri, pemilik perahu mengatakan, sejak Lebaran ini dirinya memang membuat terobosan baru. Sebelumnya, perahu kayu tersebut hanya bisa ditumpangi sepeda motor dan kendaraan roda dua lainnya. Mendekati Lebaran, Syamsuri kemudian memperbesar kapasitas perahu, sehingga bisa memuat maksimal tiga mobil dan puluhan motor. Tentu saja, omset dari menjual jasa itu pun meroket tajam.

Namun disinggung soal keselamatan, Syamsuri hanya menggelengkan kepala. "Yang pasti hingga saat ini belum pernah ada kecelakaan. Saat perahu hanya memuat sepeda motor juga tidak pernah terjadi kecelakaan," ujar pria asal Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, ini. [suf/ted]

Hindari Macet, Mobil Naik Perahu di Sungai Brantas
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.