Mojokerto (beritajatim.com) - Setiap kita mengunjungi suatu tempat, pasti kita selalu mencari makanan yang khas daerah tersebut tak terkecuali di Mojokerto. Kue berukuran sedang dengan bentuk bulat dan dipenuhi wijen sebagai penambah cita rasa ini merupakan kue khas dari Kota Mojokerto.
Siapa tak kenal onde-onde. Kue dengan balutan wijen dan isi kacang hijau yang telah dihaluskan ini bisa menjadi buah tangan para pemudik yang akan kembali ke asal. Banyak toko kue yang menjajakan onde-onde di Kota Mojokerto, salah satunya toko kue di Jalan By Pass Kota Mojokerto.
Pemudik tak hanya bisa membeli namun para pemudik bisa melihat proses pembuatan onde-onde yang ternyata tak memakan banyak waktu dalam pembuatannya. Salah satu pembuat onde-onde, Luluk mengatakan, bahan dasar terlebih dahulu dicampur dalam satu wadah.
"Ada tepung ketan, gula dan garam dicampur dengan air diaduk sampai kalir. Kalau disini sekali proses, 1,5 kg tepung ketan dan 1/5 kg gula, buatnya bisa sampai beberapa kali adukan. Untuk isian, kita hanya menggunakan kacang hijau dikupas kulitnya direbus dicampur dengan gula dan digiling," ungkapnya, Sabtu (02/08/2014).
Meski saat ini banyak varian isian yang sudah dimodifikasi dengan bahan lainnya namun di toko kue warisan keluarga Luluk ini, hanya menggunakan isi kacang hijau. Bahan dasar setelah kalis diambil sesuai ukuran dan dibentuk pipih, setelah itu diisi dengan isian kacang hijau dan digulung hingga berbentuk bulat.
Setelah bulat, onde-onde setengah jadi tersebut digulung di hamparan wijen untuk memberikan rasa gurih. Pembuatannya sendiri lanjut Luluk, hanya butuh waktu 15 menit ditambah waktu menggoreng selama 15 menit. Saat lebaran seperti saat ini, ia mengaku omsetnya meningkat tiga kali lipat daripada hari biasa.
"Tanggal merah, Sabtu - Minggu, tahun baru omset meningkat, apalagi lebaran seperti saat ini bisa sampai tiga kali hari biasa. Usaha ini milik bapak sejak tahun 2007 lalu dan diteruskan anak dan menantu sampai sekarang. Sebelumnya bapak kerja di toko pembuatan onde-onde dan ditawari untuk buka sendiri," katanya.
Luluk menjelaskan, onde-onde di toko kuenya dijual per biji yakni seharga Rp2 ribu per biji. Banyak pembeli mengaku jika onde-onde di tempatnya lebih empuk dibanding tempat lain. Selain onde-onde, juga disediakan ote-ote dengan ukuran jumbo. Yakni kue yang terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan berbagai sayuran yang sudah dicincang.
"Yang membedakan ote-ote disini dengan ditempat lain yakni ukurannya lebih besar karena kita ada isian daging ayam yang sudah dibumbuhi. Jika ote-ote dijual dengan harga antara Rp500 sampai Rp1 ribu per buah, kita jual Rp6 ribu satu buahnya. Para pemudik seperti saat ini banyak yang beli untuk oleh-oleh," jelasnya.
Salah satu pembeli, Jali (37) mengatakan, setiap ia lewat jalur By Pass Mojokerto, ia selalu menyempatkan berhenti untuk membeli onde-onde di tempat Pak Irawan (bapak Luluk, red). "Saya dari Surabaya mau ke Nganjuk, kalau lewat sini memang selalu mampir karena ini kue khas Kota Mojokerto. Saya sengaja membeli untuk oleh-oleh saudara," tuturnya. [tin/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.