Bojonegoro (beritajatim.com) - Kepala Terminal Rajekwesi, Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro, Sentot Sugeng W, mengatakan, pengalihan arus dari jalur Selatan (Mojokerto-Jombang) ke jalur Bojonegoro tidak mengganggu arus lalu lintas saat arus balik lebaran.
"Selama bus yang jalur selatan tidak menaikan penumpang maka tidak mengganggu lalu lintas di Bojonegoro," ungkapnya, Sabtu (02/08/2014).
Bus jurusan Surabaya, Solo dan Jogjakarta, yang biasanya melintas jalur selatan itu sejak H-2 lebaran dialihkan ke jalur alternatif Bojonegoro. Sebab, lanjut dia, beberapa titik di jalur selatan mengalami kemacetan total. Jalur alternatif yang ada di daerah sekitar juga mengalami kemacetan.
"Di Daerah Mengkreng, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Krian, macet total. Di daerah Jombang, Kertosono, Mojokerto dijalur alternatif masih macet," jelasnya.
Sementara, pantauan beritajatim.com menyebutkan arus lalu lintas di Jalur Bojonegoro-Cepu yang sering mengalami kemacetan, khususnya di daerah pasar tumpah seperti di Pasar Tradisional Kalitidu dan Purwosari. Kemacetan dipicu adanya kendaraan pengunjung pasar yang diparkir di tepi jalan dan angkotan umum yang mencari penumpang.
Sedangkan jalur timur, Bojonegoro-Surabaya terlihat lancar. Kendaraan yang melintas rata-rata kendaraan pribadi pemudik yang menggunakan roda empat. Diperkirakan, arus balik lebaran untuk penumpang Bus akan mengalami peningkatan pada H+4 atau besok.
Sesuai dengan data di Terminal Rajekwesi Bojonegoro menunjukan, pada H+1 Lebaran jumlah penumpang sebanyak 4.273 orang, pada H+2 sebanyak 4.374 orang, dan pada H+3 atau hari ini sebanyak 4.478 orang. "Pada H+4 atau besok diperkirakan akan terus meningkat," pungkasnya. [uuk/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.