Surabaya (beritajatim.com) - Komisi D DPRD Jatim memberikan deadline ke pemerintah pusat dan menyebut pembangunan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) harus selesai pada tahun 2014 ini.
Tetapi, Gubernur Jatim Soekarwo menjelaskan masih adanya permasalahan klasik dalam pembangunan tol yang tetap menjadi kendala, yakni pada pembebasan lahan. Meski terjadi masalah, namun dipastikan tol Sumo akan selesai pada akhir tahun 2015.
Pakde Karwo optimistis jika kemelut pembebasan lahan tol Sumo di Gresik satu per satu terurai. Ini setelah hasil appraisal yang terbaru sudah muncul, dan menyebutkan ada kenaikan harga tanah yang signifikan dari appraisal lama. "Ada banyak hasil appraisal, tergantung tanah kering, tanah basah, dan juga lokasinya. Saya tidak hapal satu per satu kenaikannya. Yang jelas, kenaikannya cukup signifikan dan semoga persoalan pembebasan lahan bisa tuntas," katanya.
Menurut dia, pembebasan lahan tersebut juga tidak bisa serta merta dilakukan. Selain kembali bernegosiasi dengan masyarakat, juga harus ada skema tersendiri untuk pembebasan lahan yang masuk menjadi tanah kas desa. Untuk tanah kas desa, skemanya memang harus dengan
tukar guling. Tidak bisa dengan langsung dibeli begitu saja. "Tapi, skema yang dibuat tetap dengan kerangka percepatan," ujarnya.
Kemungkinannya, uang untuk pembebasan lahan tersebut langsung dititipkan di kas desa. Jadi, bila ternyata hasil musyawarah antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tahu ada tanah pengganti yang diincar, maka bisa langsung dieksekusi. "Sehingga semua menjadi lebih fleksibel dan proyek pembangunan tol Sumo bisa langsung dilakukan," tambahnya.
Sejauh ini, pihaknya mendapat informasi total lahan yang telah dibebaskan sekitar 70 persen tanah di seksi II dan III.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) Edwin Cahyadi mengatakan bahwa soal pembebasan tanah itu bukan kewenangannya. "Bila tanah sudah siap, maka beri kami waktu paling lambat setahun untuk menyelesaikannya," tuturnya.
Jadi, kapan tol Sumo bisa berfungsi penuh adalah ketika selesai pembebasan lahan plus setahun pembangunan fisik. "Mengenai kapannya, bisa diperkirakan," ucapnya.
Bila, Pakde Karwo menargetkan awal tahun 2015, maka pada akhir 2015 tol Sumo sudah bisa dioperasikan. Selain itu, Pakde juga mengatakan bahwa pihaknya menargetkan sebelum 2020, maka tol Trans Jawa Timur juga sudah selesai dikerjakan. Optimisme ini berasal dari progress pembebasan lahan yang ada.
"Mojokerto-Jombang sudah lebih dari 90 pesen. Kertosono-Nganjuk sudah di atas 70 persen, kemudian Nganjuk-Mantingan juga sudah mulai dikerjakan fisiknya," terangnya.
Sementara itu, tol Gempol-Pandaan juga sudah mulai dikerjakan fisiknya, yang kemudian tersambung ke Pasuruan-Probolinggo. Dan lanjut terus hingga ke Banyuwangi. "Target Trans Jatim sudah selesai sebelum 2020, saya rasa bukan target yang bombastis. Tapi merupakan target yang realistis," tegas Pakde.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Nizar Zahro meminta agar pemprov Jatim mendesak pemerintah kota/kabupaten untuk mempercepat pembebasan lahan yang akan dilewati tol. Sehingga, ada percepatan pembangunannya.
Selama ini, Nizar menilai bahwa pihak yang terkait belum terlalu serius untuk melakukan pembebasan lahan. Pria yang pada periode mendatang menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa ada contoh bagus percepatan proyek yang berhasil. Yakni, waktu pembangunan Jalan Arteri Baru Porong pada 2011 lalu. "Harusnya semangat dan koordinasi yang sama ditunjukkan untuk pembangunan infrastruktur lainnya," pungkasnya. [tok/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.