Bangkok (beritajatim.com) – Jika junta militer Thailand memblokir media sosial, terutama Facebook dan Twitter, akan berisiko mengasingkan masyarakat dari bangsanya dan dunia.
Ada banyak media sosial di Thailand, tapi yang paling ngetop adalah Facebook dengan jumlah pengguna mencapai 26 juta, tulis The Nation, Sabtu (7/6/2014).
Jika junta militer memblokir akses ke Facebook, rakyat akan kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin dan beralih ke situs jejaring sosial lain. Jangan lupa pengguna Facebok bisa dalam sekejap beralih jejaring sosial lain di mana pun dan kapan pun.
Jika Junta memblokir jejaring sosial karena dianggap mengunggah hal-hal tidak pantas atau informasi yang salah, ini akan menebar kebencian kepada para pemimpin Thailand. Ini tidak adil. Dalam banyak kasus, di banyak negara, para pemimpinnya alergi terhadap media sosial.
Koran The New York Times, misalnya, mencatat bahwa Twitter meraung di Turki setelah diberitakan akan diblokir. Pemerintah Turki menjadi sasaran tembak pengguna Twitter. Pengguna Twitter di Turki mencapai 12juta, lebih dari setengah juta orang bercicit hanya dalam 10 jam, setelah upaya pelarangan pemerintah.
Menurut LSM Mother Jones Investigative Fund, China memblokir Facebook, Twitter dan YouTube pada 2009. Iran memblokir secara on dan off Facebook, Twitter dan You Tube sejak dilarang pada 2009 menyusul persaiangan dalam pemilihan presiden.
Laporan merebak bahwa Vietnam memblokir penggunaan Facebook dalam dua tahun belakangan. Dan pada September 2013. Vietnam meloloskan undang-undang yang melarang warganya mengunggah berita anti-pemerintah di media sosial. [but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.