Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD mengakui, medan pertempuran terakhir untuk berebut suara dukungan pilpres terjadi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Kami akan sering terjun langsung ke masyarakat. Untuk Jawa Timur, wilayah Mataraman menjadi prioritas untuk digarap. Ini masih perlu digenjot karena masih kurang kuat. Mulai Blitar, Trenggalek, Ngawi dan dan lain akan disisir satu persatu," katanya kepada wartawan di Rumah Nusantara, Jalan Kombes M Duryat Surabaya, Jumat (27/6/2014) malam.
Bagaimana dengan suara swing voter? "Mereka tidak perlu disentuh serius, mereka adalah pemilih rasional yang sudah punya pilihan sendiri. Karena bisa baca koran, TV dan internet untuk analisa sendiri pilihannya," imbuhnya.
Pihaknya juga akan menyiapkan 680 ribu orang saksi dari koalisi partai. Dari angka itu, saksi yang paling banyak akan diambil dari PKS yang punya pengalaman. "Di Indonesia ada sekitar 540 ribu TPS, tapi kami siapkan 680 ribu saksi. Ini karena ada yang satu TPS dijaga dua saksi," tuturnya.
Pihaknya menargetkan suara Prabowo-Hatta di Jatim mencapai 57 persen dan untuk nasional 57-62 persen. Untuk itu Mahfud akan berkantor di Surabaya di Rumah Nusantara hingga 5 Juli 2014.
"Kami punya peluang suara besar di Jabar, Banten dan DKI Jakarta tinggal menjaga saja. Untuk Jateng agak berat, tetapi peluang masih terbuka. Jatim kalau tidak dijaga juga rawan," jelasnya.
Mahfud mengakui mesin partai koalisi kurang bergerak. Mereka para kader partai di bawah mengaku menunggu uang, karena partai kehabisan uang saat kampanye pileg lalu. Akhirnya, tim bekerja bareng bersama relawan pemenangan. (tok/ted)
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.