Turin (beritajatim.com) - Gelandang Juventus, Paul Pogba, mengatakan momen terburuk dalam kariernya adalah saat membela Manchester United.
Pogba sejatinya adalah salah satu talenda muda yang menjanjikan. Sayangnya, MU tidak mampu mengembangkan talenta pemain asal Prancis itu.
Bergabung di MU dari tahun 2011, Pogba hanya dipercaya tampil sebanyak tiga kali. Padahal, Setan Merah saat itu masih dilatih Sir Alex Ferguson, pelatih yang dikenal piawai menangani pemain muda.
Demi menyelamatkan kariernya, Pogba memutuskan hengkang dari MU dan bergabung ke Juventus tahun 2012. Tak sia-sia, di Turin Pogba langsung menjadi pemain inti dan berperan besar mempersembahkan dua gelar Scudetto.
"Momen terburuk saya adalah saat bermain untuk Manchester United. Tentu saja, saat berada di klub besar, Anda harus bersabar. Tapi, saya tidak merasa dihormati atau dihargai sebagai pemain," ujar Pogba, dilansir Daily Mail.
Dalam kesempatan yang sama, Pogba mengungkapkan sebuah keinginan yang diharapkan bisa terwujud dalam waktu dekat.
"Dua kakak kembar saya membela Guinea. Impian saya adalah suatu hari nanti mereka masuk ke Piala Dunia dan berhadapan dengan Prancis. Jadi, saya dan kakak saya bisa berada di satu lapangan di Piala Dunia," pemain berusia 21 tahun itu mengakhiri.
Dua kakak kembar Pogba adalah Florentin dan Mathias yang berusia satu tahun lebih tua. Florentin bermain di Saint Etienne, sementara Mathias berlaga di Inggris bersama Crewe Alexandra. [but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.