Minggu, 01 Juni 2014

Prabowo dan Jokowi Bakal Diuji Jamaah Tarekat Ponpes PETA

Prabowo dan Jokowi Bakal Diuji Jamaah Tarekat Ponpes PETA

Surabaya (beritajatim.com) - Sekitar 16 ribu orang jamaah Tarekat Syadziliyah Pondok Pesantren Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung menggelar 'Dzikir untuk Bangsa' di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/6/2014). Hadir dalam acara itu, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Gus Ipul berharap, gelar Dzikir untuk Bangsa ini bisa digelar secara rutin. "Kalau saya jadi presidennya, tentu saya ingin terus melestarikan acara seperti ini di seluruh Tanah Air. Karena dengan dzikir, bisa menghindarkan kita dari perbuatan yang dilarang agama dan melanggar hukum," kata Gus Ipul.

Sementara panitia acara sekaligus pengurus Pondok PETA Tulungagung, Ustadz Muhammad Munib Huda (Gus Munib) menambahkan, acara Dzikir untuk Bangsa ini, diawali di Surabaya dan pada acara puncak digelar di Masjid Istiqal Jakarta pada 15 Juni dengan mengundang dua kandidat pasangan Capres dan Cawapres, yaitu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Acara ini adalah Silaturahim dan Dzikir untuk Bangsa, yang dihadiri sekitar 16 ribu jamaah syadziliyah Pondok PETA yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Kegiatan ini, sesuai jadwal akan dilaksanakan hari ini di Surabaya. Kemudian pada 8 Juni di Jawa Tengah dan tanggal 15 di Jakarta, yang akan diikuti jamaah se-Jawa Barat dan DKI," katanya kepada wartawan.

Di acara puncak yang akan digelar di Jakarta nanti, lanjut dia, Pondok PETA tidak hanya akan mengundang kedua pasangan capres, tapi juga akan mengundang tokoh-tokoh nasional dan pemerintah. "Termasuk presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," imbuhnya.

Sesuai tema acara, masih kata dia, gelar Dzikir untuk Bangsa ini, bertujuan untuk menjalin silaturahmi dari unsur ulama dan umaroh (pemerintah). "Kami berupaya menyambungkan mata rantai kebangsaan. Untuk menyambungkan mata rantai itu, agar pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin masa depan itu, yang paling memungkinkan adalah tarekat," jelasnya.

Terkait siapa pasangan Capres dan Cawapres yang digadang-gadang pantas menduduki RI-1, pondok Tarekat Syadziliyah yang memiliki 100 ribu lebih jamaah di seluruh Tanah Air ini mengaku bersikap netral.

"Kami bukan lembaga politik, tapi kami satu komando. Kami ingin mendorong pilpres damai dan stabilitas nasional tetap terjaga. Kami punya cara sendiri memilih siapa pasangan yang pantas memimpin," tuturnya.

Gus Munib mengaku, pilihan pasangan Capres-Cawapres yang dianggap pantas oleh pondok tarekat pimpinan Kiai Solakhuddin Abdul Jalil ini, akan ditentukan pada acara puncak yang dihelat di Jakarta pada 15 Juni mendatang.

"Soal siapa pemimpin masa depan yang mampu menyambung mata rantai kebangsaan yang diwarnai tarekat, kami akan lihat di acara puncak yang digelar di Jakarta nanti," pungkasnya.

Sekadar tahu, Pondok PETA didirikan oleh mursid tarekat syadziliyah, almarhum KH Mustakim Abdul Jalil, yang merupakan guru dari Pemimpin Pembela Tanah Air (PETA), Supriyadi di masa pendudukan Jepang.

Dan untuk mengenang perjuangan muridnya itu, Mbah Mustakim, panggilan akrab KH Mustakim Abdul Jalil, membangun pondok pesantren khusus tarekat syadziliyah di Tulungagung dengan nama PETA.

Hanya saja, kepanjangannya yang dirubah, bukan lagi Pembela Tanah Air, tapi Pasulukan Tarekat Agung. Jadi, pihaknya ingin tetap menjaga dan mengenang nama PETA sebagai salah satu kisah heroisme perlawanan bangsa Idonesia terhadap segala macam bentuk penjajahan. [tok/but]

Prabowo dan Jokowi Bakal Diuji Jamaah Tarekat Ponpes PETA
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.