Malang (beritajatim.com) - Dua wisatawan dilaporkan hilang di Pantai Bajul Mati Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2014). Diduga, dua pengunjung pantai di kawasan Malang Selatan itu tergulung ombak saat berfoto ria.
Kepala Satuan Polisi Perairan Sendangbiru, AKP Slamet Prayit membenarkan peristiwa ini. ”Menurut informasi, dua korban sedang berfoto-foto di dekat air, saat itulah kemudian ombak besar menyapu kedua korban,” tegasnya, Kamis (31/7/2014) malam.
Kata dia, kejadian baru sore ini pukul 16.25 wib. Dua pengunjung itu atas nama Bayu Hari (21), warga Jalan Bromo RT4/RW3, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan Antok L Wahyudi (24), warga Jalan Bromo RT4/RW1, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen.
"Dua korban hilang itu berkunjung ke pantai bersama rekan sekampungnya. Di tengah-tengah asyik menikmati pemandangan laut, kedua korban diketahui berpencar dengan rekannya," papar Slamet.
Mengetahui korban tersapu ombak, kedua rekan korban kemudian melaporkan kejadiannya ke petugas pantai. Polair Sendangbiru Malang berikut Petugas Polsek Gedangan dibantu Tim SAR dan warga mulai melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan dua korban itu. Namun hingga berita ini diunggah, petugas menghentikan pencarian karena suasana sangat gelap.
"Malam ini kita hentikan pencarian di laut. Namun, kita tetap dulu sambil memantau dari posko di tepi pantai. Proses pencarian dan penyisiran akan dilanjutkan mulai pagi ini," bebernya.
Ditambahkan Slamet, beberapa hari terakhir kondisi ombak di pantai Bajul Mati sangat besar dan berbahaya. Hanya saja, jumlah wisatawan yang mengunjungi pantai itu tak menyurut, bahkan semakin banyak wisatawan yang mengunjunginya.
Sekedar diketahui, Pantai Bajul Mati adalah salah satu pesona wisata andalan di Kabupaten Malang bagian Selatan. Pantai yang berbatasan langsung dengan negara Australia itu, masuk Samudera Indonesia. Setiap tahun di waktu lebaran, pantai tersebut banyak diminati pengunjung dari dalam maupun luar kota Malang.
Ombak besar dan bergulung-gulung menjadi pemandangan menakjubkan bagi wisatawan. Meski. Petugas Satpolair Polres Malang sudah memasang 11 papan himbauan bagi pengunjung untuk tidak mendekati bibir laut, banyak wisatawan yang terkadang mengabaikan himbauan tersebut.
”Kami sudah pasang 11 papan himbauan agar tidak mendekati bibir laut. Tapi pengunjung biasanya lalai," pungkas Slamet. [yog/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.