Ganti Status, Politisi Golkar Targetkan Konservasi Hutan
Jember (beritajatim.com) - Selama lima tahun ke depan, Karimullah Danuaji akan berganti status dari anggota DPRD Jember menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Ia menargetkan pengawalan terhadap konservasi hutan lindung.
Karimullah menjabat anggota DPRD Jember periode 2009-2014. Selama itu, ia mengevaluasi kinerjanya sendiri mash belum optimal. "Kekurangoptimalan saya di tingkat kabupaten mudah-mudahan bisa dioptimalkan di DPRD provinsi. Sebagai putra Jember, saya bisa berbuat lebih banyak lagi untuk daerah ini," kata pria yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur IV Jember-Lumajang ini.
Selama menjadi anggota DPRD Jember, Karimullah senang tak ada situasi disharmoni dan gesekan antarlegislator. Semua perbedaan bisa disikapi dengan dewasa dan profesional. Ini membuat sejumlah aspirasi yang masuk melalui Karimullah bisa direalisasikan. "Jadi kebanggan bagi saya saat bisa menyelesaikan aspirasi itu," katanya.
Karimullah berhasil memperjuangkan penyambungan fasilitas Perusahaan Listrik Negara di sepuluh titik pelosok Jember yang masih gelap gulita, antara lain di Pace Silo, Candijati, Tisnogambar, Dusun Jatisari, Curahnongko, dan Curahtakir. "Insya Allah ada 10 titik yang kami kawal dan terealisasi, baik itu penyambungan PLN yang mengandalkan kekuatan swadaya masyarakat, ada yang memang didanai APBD," katanya.
Karimullah juga berhasil mendapat dukungan dari legislator lain untuk merealisasikan aspirasi masyarakat Desa Grintingan, Kecamatan Wuluhan, yang meminta perbaikan sabuk gunung sejak delapan tahun silam. "Alhamdulillah, ada jawaban dianggarkan Rp 1,5 miliar. Itu sudah bisa dirasakan masyarakat sekitar sana," katanya.
Namun Karimullah merasa masih belum banyak memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan dengan baik. Selain itu kondisi hutan lindung yang seharusnya bisa ikut dijaga oleh parlemen sebagai salah satu pemangku kebijakan lingkungan juga tak terlindungi sepenuhnya. "Bicara hutan lindung jadi tanggungjawab bersama, harus dijaga kelestariannya. Namun fakta di lapangan, hutan lindung banyak yang mulai gundul dan belum dapat perhatian," katanya.
Padahal isu konservasi hutan di Indonesia sudah menjadi isu internasonal. "Indonesia dianggap paru-paru dunia. Kalau (kerusakan hutan lindung) dibiarkan terus, saya khawatir banjir bandang menimpa Jember, terutama titik-titik yang berimpitan dengan kawasan hutan lindung," kata Karimullah.
Karimullah ingin melanjutkan perjuangan konservasi itu. Namun ia menyerahkan kepada Fraksi Partai Golkar di DPRD Jatim soal penempatannya di komisi. "Saya prinsipnya mengikuti saja," katanya. [wir]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.