Surabaya (beritajatim.com) - Sepak terjang Abdul Rohman (26) warga Desa Ja'ah Kecamatan Trageh Kabupaten Bangkalan telah berakhir, Sabtu (2/8/2014) dini hari tadi. Anggota Resmob Polrestabes Surabaya menembak dada Rohman sebanyak 3 kali. Penembakan terpaksa dilakukan karena Rohman menyerang dengan senjata tajam (sajam) kearah petugas secara membabibuta.
Unit Resmob dan dipimpin langsung AKP Agung Pribadi awalnya patroli di kawasan Jalan Kedung Baruk, Surabaya. Di sana petugas melihat ada 3 rombongan sepeda motor melintas.
Dapastikan salah satu pengendara adalah Rohman. Ketika petugas mencoba menghentikan dengan cara pepet dan memotong laju kendaraannya, tersangka malah menyerang secara membabi buta menggunakan sajam jenis gobang yang dikeluarkan dari balik bajunya.
"Diberikan tembakan peringatan ke atas tidak digubris, dan terus akan menyerang petugas maka kami tembak ditempat," terang Agung.
Setelah diletuskan tembakan dan mengenai dada, Rohman jatuh terkapar. Sayangnya, pelaku lainnya berhasil lari dengan memacu sepeda motornya ke arah Suramadu.
Rohman sudah tercatat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dari kasus rampas motor di kawasan Jalan Merr yang korbannya meninggal. Dia juga merupakan residivis keluar masuk penjara, terakhir di tahun 2012 tersangka ditangkap dan dipenjara di Polrestabes dalam kasus serupa.
Bahkan kejadian Merr dan korbannya meninggal di lokasi kejadian, Rohman bekerja bersama rekan Soni, Fauzi dan Hariyanto. Ketiganya terlebih dulu sudah diaman di Polsek Gubeng.
"Petugas mengetahui identitas Roman dari pengembangan tiga rekannya yang sudah ditangkap di Polsek Gubeng," terangnya.
Waktu dalam pengeledahan di tubuh Rohman, petugas mendapatkan barang bukti berupa 1 kunci sepeda motor dan sebilah sajam jenis gobang lengkap sarungnya dari kulit, kunci T dan anak kunci. [gil/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.