Sabtu, 20 Juli 2013 08:08:38 WIB Jombang (beritajatim.com) - Musim panen kali ini justru membuat petani Jombang galau. Mereka dipastikan mengalami kerugian karena gencarnya serangan hama wereng. Selain itu, kerugian itu juga dipicu oleh tanaman padi yang roboh akibat tersapu angin. Hasil panen tersebut diprediksi menurun hingga 40 persen.
Reporter : Yusuf Wibisono
Serangan hama wereng itu diantaranya terjadi di Kecamatan Mojowarno, Jogoroto, Jombang Kota, Perak serta Bandar Kedungmulyo. Kondisi serupa juga mendera petani di Kecamatan Kabuh dan Kesamben. "Karena serangan hama, kami terpaksa melakukan panen dini. Belum lagi tanaman padi yang roboh diterjang angin. Jadi kami mengalami kerugian cukup besar," kata Mohammad Islahuddin (34), petani asal Desa Plandi Kecamatan Jombang, Sabtu (20/7/2013).
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Plandi, Jombang ini memastikan, pendapatannya dari mengelola lahan pertanian menurun drastis. Dalam kondisi normal, kata Islahuddin, setiap hektar lahan menghasilkan tujuh ton gabah. Namun untuk panen kali ini setiap hektar diprediksi hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton padi saja. Otomatis, ada penurunan hingga 40 persen.
Selain serangan hama wereng, lanjutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu semakin memperparah kondisi petani. Yakni, terjadinya kemarau basah yang secara tidak langsung membuat pertumbuhan padi sangat buruk. Dampaknya, banyak tanaman padi yang gabuk alias tidak berisi pada masa pembuahan.
Hal senada juga dilontarkan Sutamin (57), petani asal Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto. Menurutnya, akibat serangan hama wereng, para petani di daerahnya hanya bersiap menghitung berapa penurunan pendapatan hasil panen. Demikian halnya dengan yang terjadi di Kecamatan Perak. Betapa tidak, hama wereng di Kecamatan Perak juga menyerang puluhan hektar tanaman padi. Diantaranya di Dusun Bekel dan Kepuhsari, Desa Kepuhkajang. Di Dusun Bekel saja ada sekitar 10 hektar lahan pertanian yang dihajar hama wereng.
Menurut Sutikno (53), petani asal Bekel, serangan hama wereng berawal dari kondisi hujan terus menerus turun selama bulan Juni kemarin. Hal itu membuat tanaman padi yang memasuki masa panen pada 10 hari kedepan tiba tiba roboh. "Wereng menyerang batang tanaman padi yang sudah roboh, sehingga pelan tapi pasti tanaman padi berangsur kering dan mati," papar Sutikno.
Menanggapi fenomena itu, M Subhan, aktivis LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama) Jombang, mengatakan, pemerintah perlu segera mengambil langkah taktis agar serangan hama tersebut bisa dikendalikan. Semisal, melakukan penyemprotan pengendali hama wereng secara massal. Tujuannya, agar yang belum terkena serangan hama bisa terhindar.
Dia menambahkan, serangan hama wereng saat ini tidak lepas pola tanam dan perawatan tanaman. Perawatan tanaman yang tidak imbang, lanjut Subhan, dapat dilihat dari robohnya batang padi saat memasuki masa pembuahan. Kondisi tersebut dikarenakan tidak imbangnya pupuk jenis urea yang ditabur petani.
"Karena banyaknya pupuk urea yang ditabur, hal itu menyebabkan banyak padi yang roboh. Oleh karenanya, untuk musim berikutnya, pola tanam dan perawatan harus diperbaiki. Upaya ini menjadi tugas Dinas Pertanian untuk memberikan pengetahuan yang baik kepada petani," ujar Alumni Politeknik Pertanian Unej (Universitas Negeri Jember), ini.
Terpisah, anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Marsaid, mengusulkan adanya intensif bagi petani yang menderita kerugian akibat serangan hama wereng. Selain itu, pihaknya juga mendesak agar Dinas Pertanian segera menangani persoalan serangan hama wereng yang merugikan petani agar tidak meluas ke daerah lain.
"Perlu disiapkan kompensasi bagi petani yang lahannya rusak akibat serangan wereng. Kemudian dinas juga harus turun ke masing-masing lokasi terdampak agar hama wereng tidak meluas," kata Wakil Ketua Komisi B (bidang pertanian) DPRD Jombang ini. [suf/but]
another image from Musim Panen Petani Jombang Galau
Koleksi Alat « Pertanian Sawah Basah di Bali

dulu setelah musim panen pasti ada yang namanya pembajakan sawah

WWW.SINARSENI.COM: Budidaya Rumput Gajah

Anak-anak Manggarai: Musim Panen | BALTYRA

Teknologi Nuklir yang Bermanfaat Untuk Pangan December 14th, 2012

another text from Musim Panen Petani Jombang Galaumusimpanen
æ°æã¡ã'å¼·ãæã£ã¦ãç¶ãã ä»åã¯ã¢ããªãã£ãã®åºæ¬ã«æ»ãã¨å£ãã£ã±ãä½åº¦ãè¨ãã¦ããã¾ããã åºæ¬ãåå è ã®æ¹ ...
ã ãã·ã ã'ãã³ MUSIMPANEN - éå±±ç"º/ã«ãã§ [é£ã¹ãã°]
ç¹æ°ã®è¨ç®æ¹æ³. é£ã¹ãã°ã®ãåºã«ä»ã'ãããç¹æ°ã¯ãã¬ã"ã¥ã¢ã¼ã«ããæ¡ç¹ã®åç´"å¹³åã§ã¯ããã¾ãã"ã ã¬ã"ã¥ã¢ã¼æ¯ã« ...
Panen Info
Berisi informasi dan berita Indonesia, juga tutorial teknologi dan sebagainya.
Museum Sheikh Faisal Bin Qasim Al Thani - YouTube
Kunjungan ke museum bersama Ki ageng Ganjur dan Andi Riff, Mell Shandy, Niken KDI, dll.
BUDIDAYA CABE MERAH (CABAI) JATENG - RESEP MUDAH MENINGKATKAN ...
Budidaya Cabe Merah (Cabai) dengan teknologi organik NASA (Natural Nusantara) Produk organik yang digunakan untuk tanaman Cabai / cabe merah: SUPERNASA ...
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
