Minggu, 04 Agustus 2013 12:53:07 WIB Surabaya (beritajatim.com) - Berjalan ke arah Wonokromo Surabaya terlihat warna-warni merah putih mulai bertebaran. Sayangnya, beberapa penjual 'umbul-umbul' di sekitar kali Wonokromo tahun ini lebih sedikit berkurang dibanding tahun lalu.
Reporter : Alfadila Ema Yunita
Hal tersebut dikeluhkan beberapa pengusaha jasa konveksi yang juga pengepul bendera dalam jumlah besar. Pasalnya, Agustus tahun ini berbarengan dengan lebaran dan tahun ajaran baru sekolah membuat omsetnya terpengaruh. "Penjualan yang biasanya mencapai angka puluhan juta rupiah, tahun ini ternyata tidak penuhi target. Padahal, perayaan 17 Agustus sudah diambang pintu," ujar H. Mas Rukhan (57) penjahit sekaligus pengusaha konveksi bendera di Jalan Darmorejo gang 3B Surabaya, Minggu (4/8/2013).
Bertepatan dengan lebaran adalah alasan mengapa yang biasanya banyak terlihat kios penjual bendera di pinggir jalan sekarang berkurang. "Lha mereka itu kulaknya ke saya, tapi sekarang berkurang. Mungkin banyak yang milih mudik, apalagi juga barengan masuknya tahun ajaran baru sekolah," Rukhan menjawab.
Sudah 40 tahun lebih ia menekuni usaha konveksi ini. Diakuinya, tiap tahun penjualan bendera sangat fluktuatif. Ia pun menerangkan, menjual bendera tidak sama dengan menjual kue kering atau baju lebaran. Karena bendera biasanya dipasang setahun sekali, jadi kualitas keawetannya bisa sampai 2 tahun lebih.
"Awal Juli sudah banyak yang pesen. Tapi pemesan mulai ramai berdatangan pas seminggu terakhir ini. Konsumen kami dari ada dari NTT, Sulawesi, bahkan warga Tarakan yang baru-baru ini menjadi pelanggan," terangnya.
Pria paruh baya yang memiliki empat orang anak laki-laki ini mengaku mampu menyelesaikan jahitan 80 hingga 100 bendera dalam sehari. Setiap hari di rumah dan di toko kecilnya banyak sekali tumpukan bendera yang sudah jadi, bahkan yang masih berupa kain gelondongan.
Biasanya, ia memulai rutinitas menjahit sesaat setelah waktu subuh hingga hari petang. Ukuran bendera yang ia garap terdiri dari berbagai ukuran, mulai yang ukuran kecil 20x30 cm untuk umbul-umbul di sepeda motor, ada pula yang ukuran 40x60 cm untuk gapuro dan mobil. Bahkan yang lebarnya 3m x 4,5m.
Pilihan bentuknya bervariasi, bisa disesuaikan kebutuhan. Misalnya seperti umbul-umbul, background, kipas, dan bendera persegi empat standar. "Biasanya kalau yang pesan dari perkantoran dan perorangan untuk kampung mereka memilih umbul-umbul atau bentuk background. Kalau untuk sekolah-sekolah biasanya ya bendera persegi empat atau yang model kipas," papar Rukhan kepada beritajatim.com.
Sementara, salah seorang pembeli mengatakan, dengan membeli langsung ke pusat konveksi bendera harganya lebih terjangkau. "Saya beli perlu untuk kantor dan acara kampung. Disini saya selalu langganan, istilahnya kalau beli ditoko pilihannya gak banyak. Kalau disini juga harganya kan miring," imbuh Anis (55), warga Rungkut Barata Surabaya. [faf/but]
another image from Bertepatan Lebaran Omset UmbulUmbul Turun
Posted by fitri anita at 2:57:00 PM

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Minal Aidzin Wal Faidzin

Sukses di Event Perdana, Starter & Penonton Membludak | OtomotifZone ...

Ada anggota Dewan belum kembalikan aset negara

HARGA PAKET SABDA ALAM GARUT 2013 | wisata | Situs Berita Sinar Pagi

another text from Bertepatan Lebaran Omset UmbulUmbul TurunAwal Puasa 10 Juli, Lebaran 8 Agustus 2013 | AcehTerkini
wartawan acehterkini.com dibekali kartu pers / bekerja sesuai dengan kode etik jurnalis / dilarang meminta dan menerima apapun dari narasumber.
detikRamadan 2013 - Bulan Penuh Berkah
ramadhan 2013 telah tiba ... Wanita Mukmin Yang Doa Pengaduannya Dijawab Langsung Oleh Allah Seorang wanita yang memiliki kecerdasan yang luar biasa, memiliki ...
Safety First !!! | Seputar Dunia Roda Dua, Roda Empat & Wisata
Seputar Dunia Roda Dua, Roda Empat & Wisata ... Menjelang hari raya lebaran, nasib apes dialami oleh teman saya. Beberapa hari yang lalu dia kehilangan mobil ...
Pos Indonesia | Facebook
Siswa SD Kirim Kartu Lebaran Untuk SBY dan Pejabat Negara Ratusan siswa SDN Bantarjati 9, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, ramai ...
Berita NTB Terkini
Jelang Lebaran â" Gepeng dan Anjal Bertambah. Mataram -Mendekati Lebaran Idul Fitri, Gelandangan, Pengemis, anak jalanan danâ¦
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
