Senin, 05 Agustus 2013 15:05:29 WIB Jember (beritajatim.com) - Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelontorkan Rp 4 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) pekerja dan karyawan. Tidak ada gejolak terkait pemberian THR. "Beban perusahaan sangat berat, kalau diangkat jadi pegawai tetap semua. Ini akan menjadi pemikiran perusahaan, bagaimana perusahaan tetap survive, tapi tetap memperhatikan lesejahteraan," katanya. [wir]
Reporter : Oryza A. Wirawan
Secara umum, THR yang dibayarkan sebesar satu kali gaji. Namun untuk pekerja borongan di kebun digunakan sistem proporsional, karena ada pekerja yang tak bekerja sepanjang tahun dan hanya saat tertentu, seperti pemetik biji kopi.
Direktur Utama PD Perkebunan Sujatmiko membenarkan adanya dinamika terkait pembayaran THR. Ada perbedaan pandangan antara pekerja dengan direksi. Namun semua bisa diselesaikan. "Kuncinya dialog, sama-sama memahami. Sepanjang kita punya niatan baik," katanya.
Menurut Sujatmiko, semua usulan terkait pemenuhan hak THR akan menjadi masukan dalam persiapan perencanaan program perusahaan tahun 2014. "Harapan saya, setiap tahun ada perubahan lebih baik," katanya.
PD Kahyangan terus menata pegawai, terutama terkait status. Sejumlah buruh menuntut agar mereka diangkat menjadi pegawai tetap. Ini memunculkan dilema bagi direksi, mengingat jumlah karyawan lepas mencapai seribu orang lebih.
another image from Kahyangan Gelontorkan Rp 4 M untuk THR Pekerja Kebun
another text from Kahyangan Gelontorkan Rp 4 M untuk THR Pekerja Kebun
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
