Pasuruan (beritajatim.com)- Agustina Amprawati, seorang Caleg Gerindra Dapil 2 Jatim, asal Pasuruan ini mengaku kecewa kepada Partai Gerindra.
Kekecewaannya itu dipicu lantaran dirinya merasa selama ini diabaikan oleh partainya dan tidak mendapat dukungan atas persoalan yang saat ini tengah ia hadapi tersebut. "Saya sangat kecewa sekali kepada partai Gerindra. Kalau memang Partai Gerindra ini bagus, harusnya petinggi-petinggi Gerindra tahu tatanan di daerah,"ucap perempuan yang akrab disapa mbak Tina ini, saat ditemui beritajatim.com. Selasa, (22/4/2014).
Kepada beritajatim.com, perempuan yang juga merupakan seorang kontraktor di Samarinda ini mengaku, kalau selama ini dirinya sudah banyak memberikan kontribusi ke partai berlambang kepala burung Garuda ini.
Namun, menurutnya ironis, ketika saat ini dirinya sedang dirundung masalah atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh 13 PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) terhadapnya itu, ternyata tak satu pun dari pihak partai Gerindra yang mau mempedulikannya. "Saya sudah mengirimkan surat pengaduan terkait masalah ini ke DPD (Gerindra) Jawa Timur, dan meninggalkan kartu nama saya. Namun, sampai sekarang tidak ada satu pun yang menanggapinya. Bahkan, sebelum saya membeberkan masalah saya ini ke publik. Saya pernah mencoba untuk mengadukan permasalahan ini dengan mendatangi kediaman Prabowo. Akan tetapi, oleh ajudannya saya ditahan di pintu kediaman Prabowo seperti layaknya seorang pengemis," terang Tina sambil menunjukan fotonya saat berada di depan rumah Prabowo di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Agustina menambahkan, kalau waktu itu dirinya sempat mau mengundurkan diri dari caleg Partai Gerindra. Hanya saja kata Agustina, oleh ajudan Prabowo ia diminta untuk bersabar dan melaporkannya terlebih dulu ke DPP. "Jangan buru-buru mengundurkan diri, coba Mbak ke DPP dulu," imbuh Agustina seraya menirukan ucapan ajudan Prabowo kepadanya pada saat itu.
Tak hanya itu, saat disinggung apakah dirinya tidak takut adanya ancaman atau intimidasi dari oknum tertentu terkait pelaporannya ke Panwaslu tersebut. Wanita yang berdomisili di Kota Pasuruan ini mengatakan tidak takut dan siap menanggung semua resiko atas masalah yang ia beberkan ke publik. Sebab dirinya mengaku sudah memikirkan secara matang-matang resiko atas laporannya itu ke Panwaslu Kabupaten Pasuruan. (oci/ted)
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
