Sidoarjo (beritajatim.com) - Menjadi seorang pendidik anak usia dini, ibarat seniman yang harus bisa menggambar, bernyanyi dan kreatif.Ungkapan itu disampaikan seniman Dik Doank di depan 200 guru PAUD dan TK dalam Seminar Be Smart Teacher yang diselenggarakan YDSF Sidoarjo di SMKN 3 Buduran.
"Menggambar memicu kreativitas dan imajinasi anak, sedangkan musik membentuk karakter dan kepribadian anak," katanya Senin (28/4/2014).
Dia menjabarkan, penemuan-penemuan besar selalu berasal dari gambar, sedang kepekaan rasa akan terasah melalui musik. "Guru harus bisa menjadi pelukis dan pemusik di saat bersamaan," jelas motivator, dan pendiri Sekolah Alam Kandank Jurank Doank.
Dik Doank juga menceritakan perjuangannya membangun sekolahnya. Dari tidak punya lahan sampai akhirnya memiliki sebuah gunung di kawasan Ciputat ini dilakukannya dengan tawakal. "Menjadi guru jangan takut miskin. Selama dilakukan sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan, jalan menuju kemakmuran akan datang dari tempat yang tak terduga," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Cabang YDSF Sidoarjo Arief menambahkan masih banyak guru yang tidak bisa membaca not. Dia juga prihatin lagu-lagu berlirik dewasa banyak dinyanyikan anak-anak."Lirik lagu dewasa yang dinyanyikan anak-anak tidak baik untuk perkembangan anak," sebutnya. (isa/ted)
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
