Mojokerto (beritajatim.com) - Dari 30 peserta ujian nasional (UN) tingkat SMP atau paket B di Kota Mojokerto, sembilan peserta diantaranya menyatakan mundur. Pada UN SMP, tiap ruang juga akan diawasi dua pengawas dan tiap lokasi akan dijaga satu polisi dan pengawas independen
Kabid PNF Porabud Dinas P dan K Kota Mojokerto, Sri Yuli mengatakan, jumlah peserta UN paket B di Kota Mojokerto sebanyak 30 orang. "Tapi yang sembilan mundur sehingga, UN paket B pekan depan hanya diikuti 21 orang. Sebagaimana UN SMP, UN paket B juga akan digelar mulai Senin depan," ungkapnya, Jum'at (01/05/2014).
Masih kata Sri, UN paket B juga digelar selama empat hari dengan hanya mengujikan satu mata pelajaran di setiap harinya. Yang diujikan mulai hari pertama hingga terakhir yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Untuk lokasi ujian paket B akan dijadikan satu yakni di SMPN 7.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP/SMA Dinas P dan K, Djasmani memastikan bahwa persiapan UN SMP di Kota Mojokerto sudah tidak ada kendala. "Soal sudah tiba di Mapolresta, sudah disortir dan tidak ada kekurangan soal. UN SMP tahun ini, akan diikuti 2.720 peserta," katanya.
Sebanyak 2.720 perserta tersebut terdiri dari 67 siswa MTs dari dua lembaga, lalu 627 siswa SMP swasta dari delapan lembaga serta 2.026 siswa SMPN dari 10 lembaga. Total 10 lembaga SMPN itu terdiri dari sembilan SMPN dan satu SMP terbuka yang menggunakan fasilitas pembelajaran di SMPN 3.
"Peserta SMP terbuka nanti juga tetap ujian di SMPN 3. Total jumlah peserta dari SMP Terbuka ada 16 siswa. Selain SMP Terbuka, ada satu sekolah lagi yang ujiannya digabung yakni SMP Al-Azhar. Empat siswa SMP Al-Azhar akan ujian di SMPN 6," paparnya.
Pada UN SMP tiap ruang juga akan diawasi dua pengawas dan tiap lokasi akan dijaga satu polisi dan pengawas independen. Namun bedanya, pengawas independen SMA berasal dari perguruan tinggi, sedangkan pengawas independen SMP berasal dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi. [tin/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
