Mojokerto (beritajatim.com) - Puluhan warga Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa di bawah jalan tol Surabaya - Mojokerto (Sumo). Mereka meminta pihak kontraktor PT Wijaya Kusuma (Wika) membangun saluran air yang tersumbat.
Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Ngabar, Suwardi mengatakan, gorong-gorong pada saluran air yang ada di tepi tol tersumbat saat hujan turun. "Sehingga air tidak bisa langsung ke sungai, warga meminta agar jalan antara Pecuk dan Ngabar diperbaiki serta dibuat jalan alternatif," ungkapnya, Senin (05/05/2014).
Menurutnya, warga sudah memberikan tembusan kepada PT Wika selaku proyek pengerjaan jalan tol Sumo tiga bulan yang lalu namun tidak ada tanggapan. Pasalnya, aliran air tidak bisa langsung ke sungai karena tertutup sehingga saat hujan tiba kondisi jalan tergenang banjir.
Sementara itu, Manajer Proyek PT Wika, Farid Maulidi mengatakan, protes warga ada aliran air yang tersumbat sdh diprogam untuk dibangun. "Rabu, kita rapat dengan pihak pemilik yakni Marga Nujyasumo Agung (MNA) karena kita sebagai kontraktor hanya mengikuti desain," katanya.
Terkait jalan rusak, masih kata Farid, sebelumnya sudah diperbaiki meskipun diakuinya bukan hanya truk muatan besar dari PT Wika saja yang lewat. Sementara jalan banjir di bawah jembatan Parengan Jetis, saluran air tersumbar karena adanya pabrik di sekitar lokasi. [tin/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
