Guru Terlibat Kebocoran Unas, Risma Siap Sanksi Tegas
Surabaya (beritajatim.com) - Terungkapnya kasus bocoran kunci jawaban Ujian Nasional tingkat SMA, membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak tinggal diam. Pihaknya mengaku akan memberikan sanksi tegas jika dalam kasus itu terbukti adanya keterlibatan dari pihak sekolah.
"Biarlah diproses hukum. Saya harap itu tidak dimulai dari sekolah, kalau ada guru yang terlibat, jelas ada sanksinya. Sekolah swasta akan kami tegor yayasannya, kalau sekolah negeri Dinas Pendidikan yang akan bergerak," ungkap Risma saat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Surya, Jumat (2/5/2014).
Risma mengaku berang, ketika melihat anak-anak didik di Surabaya mulai gusar dan terkecoh adanya bocoran kunci tersebut. "Uang kok buat dikasih ke joki, mending kan buat beli soto. Karena itu, saya mohon dengan suangat, tolong sampaikan ke guru. Unas bukan untuk hasilnya, tetapi bagaimana menjaga kondisi tetap tenang dan nyaman," ujarnya kepada ratusan kepala sekolah, guru dan pelajar di Surabaya.
Menurutnya, jika anak-anak ini diajarkan bekerja keras dan ulet, maka mereka tidak akan mudah menyerah. "Memang tidak ada yang mudah dalam mendidik siswa. Setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” pesannya.
Menjelang UN tingkat SMP, kata Risma jangan terlalu memberikan beban kepada siswa. Supaya ketika pelaksanaan UN mereka bisa konsentrasi dalam mengerjakan soal UN. Jika ada yang putus asa, kita harus mampu membangkitkan kembali semangatnya.
“Kalau visi dan misi kita semua yang ada disini sama yakni mencipatakan anak -anak Surabaya yang berkualitas secara intelektual dan mental. Saya yakin anak Surabaya bisa menguasai dunia. Mendekati UN saya minta kepala sekolah dan guru untuk mengawasi psikologi siswa, supaya mereka siap menghadapi UN,” harapnya.[faf/kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
