Munchen - Winger Bayern Munchen, Arjen Robben, menilai pemberitaan media terkait kegagalan timnya di Liga Champions Eropa sangatlah berlebihan.
Die Roten dipastikan kehilangan gelar juara Liga Champions Eropa setelah ditundukkan Real Madrid dengan agregat telak 5-0 di babak semifinal.
Setelah memastikan gelar juara Bundesliga musim ini saat masih menyisakan tujuh pertandingan, penampilan The Bavarian menurun. Skuad asuhan Pep Guardiola tersebut menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan terakhir.
Taktik yang diterapkan Pep Guardiola menjadi sorotan utama media lokal Jerman. Mereka menyebut taktik tiki taka dengan mengutamakan penguasaan bola yang diterapkan pelatih asal Spanyol itu sama sekali tak mencerminkan gaya sepak bola Jerman.
Melihat besarnya tekanan pemberitaan media, Robben menilai sangatlah wajar jika sebuah tim menelan kekalahan pasti akan jadi bulan-bulanan pemberitaan negatif. Namun, ia berharap media tak membuat berita yang berlebihan dan menyudutkan.
"Setelah kekalahan 4-0 (di leg kedua babak semifinal) dari Real Madrid, segalanya jadi pertanyaan. Kami adalah tim terbaik dunia di musim ini, kemudian kami kalah dan tiba-tiba segalanya jadi salah. Dalam pikiran saya, orang terlalu berlebih menanggapi kekalahan," jelas pemain 30 tahun itu kepada goal.
Berpeluang menambah gelar juara di partai final Piala Jerman, pemain asal Belanda itu ingin timnya tak terpengaruh pemberitaan media serta tetap menjaga keutuhan tim.
"Kami telah melewati semua sebagai sebuah tim. Kami pernah mengalami kekecewaan tapi pernah juga memiliki banyak momen membahagiakan. Hal paling penting dalam situasi ini adalah tetap bersama, positif serta terus melangkah," ia memungkasi.
Di partai final Piala Jerman, Munchen akan ditantang seteru abadinya, Borussia Dortmund, yang sangat berambisi merengkuh satu-satunya gelar di musim ini.[kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
