Surabaya (beritajatim.com) - Lebih dari 50 anggota gabungan dari Sabhara Polrestabes Surabaya dan Garnisun Tetap 3 Surabaya, Sabtu (3/5/2014) dini hari, melakukan razia di lokalisasi Dolly Surabaya.
Akibatnya, kenikmatan yang dirasakan para hidung belang saat bercumbu dengan Pekerja Sek Komersial (PSK) membuat terhenti sejenak. Pasalnya, para petugas harus masuk ke dalam wisama dan memeriksan satu per satu kamar.
Bukan hanya itu, gemerlap pub dan diskotik di area Dolly dan arena billyard juga ikut menjadi sasaran razia. Razia kali ini, hanya dipantau dari jauh sama personil dari Satpol PP Kota Surabaya.
Hal ini karena atas kejadian sepekan hari lalu, yang mengakibatkan amarah warga dolly. Sehingga petugas satpol PP kali ini hanya menunggu di Islamic Center dengan berpakain preman. Bahkan untuk mengelabuhi warga Dolly, mobil dinas berplat merah harus diganti dengan plat nomor palsu warna hitam.
Seperti diketahui, razia ini merupakan bagian dari agenda dalam penegakan disiplin anggota Polri-TNI. Mereka merazia untuk mencari oknum-oknum yang kerap kali berkunjung ke lokalisasi sebagai pria hidung belang. Razia yang dilakukan sejak pukul 23.00, hingga pukul 24.00 petugas belum menemukan oknum.
Karena razia tidak mendapatkan hasil, akhirnya razia berlanjut di tempat diskotik stasiun Top 10 jalan Basuki Rahkamd, Surabaya. Disana petugas akan mendapatkan salah satu petugas yang akan menikmati musik, melihat adanya razia maka petugas tersebut memurungkan niatnya. Sayangnya lagi, kegiatan razia malam itu, tidak ada petinggi dari kepolisian, garnisun serta satpol PP yang mau memberikan statmen. [gil/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
