Surabaya (beritajatim.com) - Game ketat lagi-lagi tersaji di Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri V Jakarta. Big match mempertemukan Aspac Jakarta versus CLS Knights Surabaya berlangsung menegangkan hingga detik-detik terakhir. Aspac memenangi game ini dengan keunggulan tipis 68-67, dalam laga yang berlangsung di Hall A Basket Senayan, Minggu (20/4/2014).
CLS Knights mengawali laga dengan begitu menyakinkan. Tim polesan Kim Dong-won ini melesat jauh meninggalkan Aspac, 24-17. Sandy Febiansyakh bersinar dengan kontribusi sembilan angka di kuarter pertama. Semuanya diperoleh dari tiga kali tembakan dari luar garis tiga angka.
Keunggulan CLS Knights tetap berlanjut di kuarter kedua. Kali ini, giliran Mario Wuysang dan Andrie Ekayana yang beraksi. Dua pemain senior tersebut menambah pundi-pundi poin bagi CLS Knights. Roe (sapaan Wuysang) menyumbang 5 poin, sedangkan Yayan berkontribusi 4 poin. Di pengujung kuarter ini, CLS Knights memimpin 40-34. Aspac baru menemukan momentum kebangkitan di kuarter ketiga.
Melalui akurasi tembakan para shooter andalannya, Aspac berusaha mengejar. Tim polesan Rastafari Horongbala ini berhasil memperkecil defisit menjadi satu angka saja (51-52). Mental juara Aspac baru berbicara di kuarter terakhir. Mereka mulai menemukan cara membongkar zone defense rapat CLS. Aspac akhirnya berhasil mengambil kendali permainan ketika kuarter ini masih tersisa 08:12. Dua poin dari Pringgo Regowo membawa keunggulan Aspac 56-54 atas CLS.
Aspac bahkan sanggup memperlebar keunggulan menjadi 6 poin ketika laga menyisakan 03:56. Namun, CLS tak mau menyerah. Mereka terus mengejar, hingga berhasil memperkecil margin menjadi 1 poin (67-68) lewat tembakan Dimaz Muharri pada 17 detik tersisa.
Drama menegangkan tersaji di detik-detik krusial. CLS berpeluang mengakhiri drama itu dengan kemenangan melalui reserve layup Andrie Ekayana ketika laga tersisa 3 detik. Namun, berhasil digagalkan oleh block Xaverius Prawiro. Aspac pun berhasil mengunci kemenangan.
"Harus saya akui, tim kami cukup kerepotan menghadapi (Mario) Wuysang, Sandy (Febiansyakh), dan terutama Yayan yang membuat saya sampai jantungan di detik-detik akhir. Kalau boleh jujur, kali ini kami menang karena sedang hoki saja," ketus Rastafari Horongbala, head coach Aspac.
Mario Gerungan memimpin kemenangan Aspac lewat kontribusi 13 poin. Disusul oleh Andakara Prastawa dan Ebrahim Enguio ’Biboy’ Lopez masing-masing dengan tambahan 12 poin. Sementara itu, Andrie Ekayana memimpin perolehan angka bagi CLS dengan sumbangan 15 poin. Disusul oleh Dimaz Muharri dan Sandy Febiansyakh dengan tambahan 11 poin.
Bagi CLS, kekalahan ini tak hanya menghadang ambisi mereka mengambil alih puncak klasemen sementara dari Satria Muda Britama Jakarta. Namun, sekaligus mengakhiri winning streak atau rekor kemenangan beruntun yang berjalan di sembilan laga sebelumnya.
”Ya. Inilah namanya permainan. Harus ada yang menang dan kalah. Walau akhirnya tim kami gagal mendapatkan hasil positif, saya sangat respek dengan kerjasama tim hari ini,” ujar Mario Wuysang. [sya/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
