Milan - Presiden Inter Milan, Erick Thohir, angkat suara terkait sanksi penutupan sebagian area bangku penonton dalam dua laga kandang I Nerazzurri.
Hukuman tersebut diberikan oleh otoritas berwenang, Guidice Sportivo, menyusul aksi nyanyian berbau diskriminasi yang dilontarkan suporter garis keras di area Curva Nord saat menjamu Napoli akhir pekan kemarin.
Menurut pengusaha asal Indonesia itu, apa yang diteriakkan para Interisti bukanlah kasus rasialisme, melainkan sebuah sentimen ke daerahan. Meski demikian, Thohir tetap menghormati keputusan yang telah dibuat.
"Nyayian diskriminasi? Kami harus menghormati keputusan. Tapi itu bukanlah rasialisme," jelanya kepada football-italia.
"Para fans tidak menyanyikan tentang warna kulit seorang pemain, hal itu hanyalah perbedaan kebudayaan antar daerah," ia melanjutkan.
Dengan sanksi tersebut, Inter akan tampil tanpa dukungan penuh saat menjamu Lazio di laga kandang terakhir musim ini tanggal 10 Mei mendatang.
La Beneamata saat ini masih terpaku di posisi kelima dengan mengemas 57 angka dari 35 pertandingan.[kun]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
