Sidoarjo (beritajatim.com) - Ingatkan budaya terdahulu, SMUN 1 Waru gelar acara Traditional Day: The Rise of Woman Emancipation, Sabtu (26/4/2014). Acara dikemas secara tradisional itu diisi dengan lomba-lomba dolanan dakon, gobak sodor, petak umpet dan lain sebagainya.
Menariknya lagi, para guru dan siswa dalam mengikuti lomba, memakai baju tradisional seperti jaman dahulu kala. Ada yang memakai kebaya, muslimah dan lain sebagainya.
Nurul ketua panitia mengatakan acara ini sebagai sarana pemahaman dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Nusantara. “Karena bertepatan dengan Hari Kartini, makanya temanya tentang perempuan," katanya.
Ucap dia, dalam kegiatan ini, semuanya berpartisipasi dengan totalitas. Baik guru maupun siswa, bersatu satu tujuan.
Selain lomba dolanan tradisi, lanjutnya, juga ada pemilihan Guk-Yuk sekolah. Masing-masing kelas mengirimkan satu pasangan perwakilan Guk-Yuk. Pemilihan duta sekolah ini nantinya akan diikutkan Guk-Yuk Sidoarjo.
"Tesnya pun juga mengikuti standar pemilihan Guk-Yuk, terutama tes wawancara yang menggunakan bahasa Inggris dan Jawa Krama. Kalau tahun lalu cuma untuk duta sekolah saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMANTARU, Eko Redjo Sunariyanto, menambahkan acara ini menanamkan pendidikan karakter cinta tanah air kepada siswanya.
Eko menuturkan perkembangan gadget membuat anak-anak lebih senang tenggelam di balik layarnya ketimbang beraktivitas motorik.
“Main game di gadget pun cuma bisa sendirian, yang secara tak langsung membuat anak-anak jadi individualistis. Tapi permainan tradisional kita mengajarkan kebersamaan, kerjasama, dan kreatifitas,” tukas Eko. [isa/but]
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
