Mojokerto (beritajatim.com) - Dua letupan petasan saat laga perdana PS Mojokerto Putra (PSMP) menjamu tamunya, Persida Sidoarjo di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Selasa (15/04/2014) berujung sanksi dari Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI). Panitia pelaksana pertandingan (Panpel) PSMP harus membayar denda sebesar Rp25 juta.
Ketua Panpel PSMP, Agus Suprayitno mengatakan, pihaknya menerima surat dari PSSI awal pekan ini. "Sekitar tiga hari lalu, kita terima surat dari PSSI. Kita kena sanksi Rp25 juta karena ada dua kali letupan petasan saat pertandingan perdana pekan lalu," ungkapnya, Kamis (24/04/2014).
Masih kata Agus, dua kali letupan petasan tersebut terjadi saat tim berjuluk The Lasmojo menjamu Persida Sidoarjo di kandang. Satu letupan petasan terjadi di tribun timur lima menit sebelum laga usai dan satu letupan petasan lainnya terjadi di luar Stadion Gajah Mada usai laga.
"Kita masih mengumpulkan data-data lengkap untuk proses banding ke PSSI, kita masih melakukan rapat koordinasi dengan pengurus dan manajemen. Kalau pertandingan besok masih terjadi lagi maka kita terancam sangsi tanpa penonton laga selanjutnya," katanya.
Menurutnya, meskipun sudah dilakukan pengeledahan saat supporter masuk pertandingan, diduga flare, kembang api, petasan dan lain sebagainya dilempar dari luar stadion saat laga bertanding. Agus menghimbau, agar supporter yang ingin menyaksikan tim kesayangaannya bertanding tidak membawa flare, kembang api, petasan dan lain sebagainya.
Persida Sidoarjo yang digawangi dua pemain Timnas senior, Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro harus mengakui kekalahannya di kandang PS Mojokerto Putra (PSMP), Rabu (15/04/2014) lalu. Tim tuan rumah, PSMP menang tipis 1 : 0 atas Laskar Jonggolo di Stadion Gajah Mada, Mojosari.(tin/ted)
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
