Sabtu, 26 April 2014

Siswa Kritik Mendikbud, SMA Khadijah Beri Dukungan

Siswa Kritik Mendikbud, SMA Khadijah Beri Dukungan

Surabaya (beritajatimcom) - Meski dinilai sangat membanggakan, tulisan Nurmillaty Abadiah, pelajar SMA Khadijah Surabaya siswi kelas 12 IPA 3 itu bak pedang bermata dua. Artinya, akan ada banyak pihak yang merasa tersentil lewat tulisan kritis nan cerdas tersebut.

Hal tersebut diamini Wakil Kepala Sekolah Akademik bidang Kurikulum SMA Khadijah Khoirul Muadib kepada beritajatim.com. Menurutnya, semua pelajar di Indonesia harusnya seperti Nurmillaty. "Tulisan surat terbuka itu juga buat intropeksi. Kalau semua anak seperti dia, anti dengan kecurangan dan komit dengan kejujuran, Kemendikbud merancang Unas model apapun kami siap," katanya.

Tutur bahasa yang dipakai Nurmillaty dinilai lugas dan berani. Banyak yang tak menyangka tulisan itu dibuat oleh siswa setingkat SMA. Sejak mencuatnya tulisan tersebut, pihak sekolah mengaku sedikit khawatir.

"Saya dengar tulisannya sudah sampai ke Pak Menteri. Kami tidak mengintervensi. Sikap kami tetap mendukung, karena memang kami didik sekritis itu," ungkap Khoirul.

Ratusan siswa SMA Khadijah dituntut mempersiapkan diri sejak masuk kelas 10. Berbagai kompetensi internal diadakan untuk mengidentifikasi potensi-potensi siswa, seperti bidang akademis dan skill. Sehingga, ketika berada di kelas 11, siswa siap menghadapi Unas di tingkat selanjutnya.

"Nilai Unas ini kan menentukan kelulusan dan kelolosan masuk Perguruan Tinggi Negeri. Kami pun mendengar ada seperti itu (bocoran kunci jawaban), sudah saya bilang jangan sampai terjebak. Ini meresahkan," imbuhnya.

Sementara itu, ia menyayangkan maraknya kasus bocoran kunci jawaban Unas di beberapa sekolah lain. Menurutnya, ketakutan yang dirasakan peserta Unas terlalu berlebihan. "Mereka yang ikut joki, ibaratnhya seperti seseorang yang tidak bisa berenang. Ada sandal mengapung ia pegang juga. Padahal untuk lulus dari nilai minimum yang ditentukan Kemendikbud, dari 40 soal Matematika, siswa bisa menjawab 7 soal secara benar saja, itu sudah lulus. Kenapa harus pakai joki-jokian," pungkasnya. [faf/but]

Siswa Kritik Mendikbud, SMA Khadijah Beri Dukungan
Rating: 100% based on 975 ratings. 91 user reviews.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.